Customer Service

 

Telp: 021-29503971
SMS/WA
: 08121092300

 STOCK CENTER: JAKARTA/DEPOK - BANDUNG - SURABAYA
Share |
DT-I/O USB to UART Converter
DT-I/O USB to UART Converter
Rp. 241. 400
Add to Cart


EMS XB Shield
EMS XB Shield
Rp. 74. 300
Add to Cart


DT-Proto Header PiShield
DT-Proto Header PiShield
Rp. 180. 000
Add to Cart


Polling

Yang paling saya inginkan dari website ini...
 

Artikel

Statistik

Saat ini 1 tamu sedang online
JoomlaWatch Stats 1.2.7b by Matej Koval

Countries

50.4%UNITED STATES UNITED STATES
23%INDONESIA INDONESIA
19.5%AUSTRALIA AUSTRALIA

Visitors

Today: 67
Yesterday: 134
Last week: 759
This month: 2055
Last month: 3535
Total: 36118

Kontrol Peralatan Listrik dgn Mikrokontroler
web_links.jpg Mikrokontroler dapat dengan mudah mengendalikan peralatan listrik dengan bantuan relay. Relay merupakan salah satu komponen output yang paling sering digunakan baik pada industri, otomotif, ataupun peralatan elektronika lainnya. Relay berfungsi untuk menghubungkan atau memutus aliran arus listrik yang dikontrol dengan memberikan tegangan dan arus tertentu pada koilnya.
Ada 2 macam relay berdasarkan tegangan untuk menggerakkan koilnya yaitu relay AC dan relay DC. Untuk pengendalian dengan mikrokontroler digunakan relay DC dengan tegangan koil 12V DC, arus yang diperlukan sekitar 20-30mA. Karena itu pada umumnya kita tidak bisa langsung menghubungkan output suatu IC logic (TTL/CMOS ) atau peripheral lain seperti mikrokontroler dengan relay karena IOHmax (arus maximum yang dikeluarkan pada saat logic ’1’) atau IOLmax (arus maximum yang mampu dibenamkan pada saat logic ’0’) tidak cukup besar.

DT-I/O Relay Board Ver 2.0 - 1201
DT-I/O Relay Board Ver 2.0 - 1201
Harga: Rp. 84. 200

Untuk aplikasi pengendalian peralatan listrik oleh mikrokontroler dapat dilakukan dengan menggunakan modul DT-I/O Relay Board. Modul ini menggunakan driver untuk penguat arus yang biasanya berupa transistor, di sini digunakan rangkaian “Darlington Array” ULN 2803A yang merupakan sekumpulan transistor dengan konfigurasi Darlington sehingga mempunyai β (penguatan arus) yang besar.

Setiap output pada ULN 2803A dapat dibebani sampai 500mA, serta dilengkapi dengan ’supression diode’. Diode ini berfungsi untuk mencegah ‘kickback’ yaitu transient yang terjadi pada koil relay (beban induktif ) saat relay dimatikan. Fenomena ini bisa dianalisa dari rumus induktansi berikut :

V  = L . di/dt 

Bayangkan bila terjadi perubahan arus yang cukup besar dalam satuan waktu yang sangat cepat dt = 0 maka tegangan balik ini menjadi sangat besar, dan dapat mengakibatkan kerusakan pada transistor.

 

Proteksi Tambahan 

Problem lain yang sering terjadi pada kontak relay adalah loncatan bunga api listrik yang dapat memperpendek umur kontak. Bunga api ini terutama terjadi pada beban induktif seperti motor, solenoid, dll. Untuk mencegah hal ini, pada relay board dapat anda tambahkan sendiri MOV (Metallic Oxide Varistor) 431K atau 471K yang dipasang secara paralel dengan kontak.

Varistor bersifat seperti resistor dengan nilai resistansinya tergantung pada tegangan. Ketika kontak terbuka, beban induktif menghasilkan tegangan balik yang cukup besar akibat perubahan medan magnet. Pada saat ini ('protective state') nilai resistansi varistor menjadi sangat kecil dan arus akan mengalir melalui MOV, sehingga transient dapat diredam. Pada saat keadaan normal resistansi MOV sangat besar dan hanya menarik arus yang sangat kecil, bunga api juga menyebabkan sinyal Radio Frequency Interference (RFI) yang dapat mengganggu peralatan–peralatan sensitif. Karena itu komponen peredam transient seperti MOV sangat diperlukan terutama pada beban induktif.

 

Koneksi Rangkaian Mikrokontroler ke Relay Board

DT-51 Minimum System Ver 3.3
DT-51 Minimum System Ver 3.3
Harga: Rp. 352. 700

Koneksi untuk mengendalikan relay board sangat mudah. Relay board dapat langsung dihubungkan ke kaki I/O mikrokontroler yang diinginkan. Bila menggunakan DT-51 Minimum System kita bisa memilih apakah menggunakan Port 1 (P1.0–P1.7) atau Port A, B, dan C dari PPI (Programmable Peripheral Interface), menggunakan flat ribbon cable ataupun kabel data biasa.

Pada gambar berikut ditunjukkan salah satu contoh aplikasi relay board, yaitu untuk mematikan dan menghidupkan lampu bohlam 220V AC. Input Relay Board (IN1-IN8) dihubungkan dengan Port 1 DT-51 Minimum System Ver 3.0.

an1_img_2.jpg
 

Hubungan DT-51 MinSys Ver 3.0 dengan Relay Board 

 

Listing Program

Berikut ini listing program (dengan Assembler ASM51) untuk menyalakan lampu bohlam selama ± 15 detik, kemudian padam ± 15 detik secara periodik. 


$TITLE(Demo RELAY BOARD dengan lampu bohlam)
$MOD51

                CSEG

                ORG 4000H
                LJMP Start

                ORG 4100H
Delay:
                PUSH 06H
                PUSH 07H
                PUSH 05H
                PUSH 04H
                MOV R4,#01H
DelayOutsLoop:
                MOV R5,#0AAH
DelayOutLoop:
                MOV R6,#0BBH
DelayOuterLoop:
                MOV R7,#0CCH
DelayInnerLoop:
                DJNZ R7,$
                DJNZ R6,DelayOuterLoop
                DJNZ R5,DelayOutLoop
                DJNZ R4,DelayOutsLoop
                POP 04H
                POP 05H
                POP 07H
                POP 06H
                RET

Start:
                SETB P1.0
                ACALL Delay
                CLR P1.0
                ACALL Delay
                AJMP Start

                END

 

 

Ditulis oleh: Tim IE
Copyright Innovative Electronics 

 

 

Cari Produk

Status Belanja
Status belanja masih kosong.



Parameter Pencarian
© 2017 PRASIMAX MIKRON