 Motor DC banyak digunakan sebagai penggerak dalam berbagai peralatan, baik kecil maupun besar, lambat maupun cepat. Ia juga banyak dipakai karena cukup dapat dikendalikan dengan mudah pada kebanyakan kasus. Cara pengendalian motor DC bisa secara ON/OFF biasa. Pemilihan cara pengendalian akan tergantung dari kebutuhan terhadap gerakan motor DC itu sendiri.
Elemen utama motor DC adalah:
- Magnet
- Armatur atau rotor
- Commutator
- Sikat (Brushes)
- As atau poros (Axle )
Motor DC berputar sebagai hasil saling interaksi dua medan magnet.
Interaksi ini terjadi disebabkan arus yang mengalir pada kumparan.
CARA PENGENDALIAN MOTOR DC DENGAN MIKROKONTROLER
Metode ON/OFF
DT-I/O Relay Board Ver 2.0 - 1201
Harga:
Rp. 68.000
Metode ON/OFF adalah metode pengendalian motor DC yang paling sederhana. Dalam metode ini kita tinggal mengalirkan arus kepada kedua terminal motor DC dengan beda tegangan sesuai spesifikasi tegangan motor DC. Kecepatan motor DC yang didapatkan akan maksimal (100%).
Biasanya pada metode ini banyak digunakan relay sebagai alat bantu bagi mikrokontroler untuk switch ON/OFF. Relay SPDT ini dikendalikan oleh kaki mikrokontroler melalui transistor penguat, karena arus dari kaki mikrokontroler biasanya tidak cukup kuat untuk mengendalikan relay secara langsung.
Apabila diinginkan agar motor DC dapat bergerak 2 arah (clockwise dan counter clockwise) maka biasanya diperlukan 2 kaki mikrokontroler untuk mengendalikan pembalikan polaritas. Ketika polaritas dibalik maka putaran motor DC juga akan berbalik arah. Untuk melakukan ini, diperlukan rangkaian driver motor DC yang lebih kompleks yang tersusun atas relay DPDT, atau rangkaian dalam susunan H-Bridge, atau IC khusus untuk driver motor. Gambaran cara kerja H-Bridge dapat dilihat sebagai berikut.
Dari gambar dapat dilihat bahwa untuk gerakan arah pertama (misalnya clockwise) maka saklar 1 dan 2 harus menutup, sedangkan 3 dan 4 terbuka. Sebaliknya, untuk gerakan arah kedua (counter clockwise) maka sakalar 1 dan 2 terbuka, sedangkan 3 dan 4 menutup.
Anda dapat juga menggunakan modul driver motor DC yang siap pakai untuk mikrokontroler.
SPC DC Motor
Driver motor DC dua arah. Driver ini merupakan driver motor DC yang kompatibel dengan sistem mikrokontroler dan dilengkapi rutin-rutin siap pakai. Bisa digunakan untuk mengendalikan motor DC hingga 16 buah dalam satu sistem.
Harga:
Rp. 111.000
|
EMS Low Voltage Dual H-Bridge
Driver H-Bridge yang didisain untuk menghasilkan drive 2 arah dengan arus kontinu hingga 0,7 A pada tegangan 2 Volt sampai 6,8 Volt, mampu men-drive beban-beban induktif seperti misalnya relay, solenoida, motor DC, dan motor stepper.
Harga:
Rp. 135.000
|
EMS 1A Dual H-Bridge
Driver H-Bridge yang didisain untuk menghasilkan drive 1 arah maupun 2 arah dengan arus kontinu hingga 1 A pada tegangan 4,5 Volt sampai 36 Volt, yang dapat men-drive beban-beban induktif seperti misalnya motor DC, motor stepper, koil relay, dan selenoida
Harga:
Rp. 150.000
|
Listing Program
Program sederhana untuk implementasi pengendalian motor DC secara On/Off pada mikrokontroler MCS-51 dengan bahasa assembly dapat dilihat sebagai berikut.
|
M1 BIT P1.0 ; Pin mikrokontroler ke driver motor terminal 1
M2 BIT P1.1 ; Pin mikrokontroler ke driver motor terminal 2
;==============
START:
ACALL CW ; Misal ingin menggerakkan motor DC clockwise
LOOP:
AJMP LOOP ; Tidak melakukan hal lain lagi
;==============
CW:
SETB M1
CLR M2
RET
CCW:
CLR M1
SETB M2
RET
OFF:
CLR M1
CLR M2
RET
|
DRIVER MOTOR DC KHUSUS ARUS BESAR
Untuk motor-motor DC dengan torsi dan arus besar (lebih dari 1A), maka tidak dapat digunakan rangkaian driver motor DC biasa, karena tidak dapat mengalirkan arus cukup kuat. Biasanya diperlukan rangkaian driver H-Bridge Motor DC dengan komponen MOSFET.
Besarnya arus motor DC dan kemungkinan adanya arus balik akan beresiko merusakkan rangkaian lainnya termasuk rangkaian pengendali mikrokontroler. Beberapa tips yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.
- Pisahkan power suply motor DC dengan power suply untuk rangkaian lainnya
- Berikan proteksi terhadap arus balik motor DC, misalnya dengan dioda
- Antisipasi panas akibat dari arus besar motor DC, misalnya dengan memasang heatsink pada rangkain driver motor DC
EMS 2A Dual H-Bridge
Driver H-Bridge yang didisain untuk menghasilkan drive dua arah dengan arus kontinu hingga 2 A pada tegangan 4,8 Volt sampai 46 Volt, dapat men-drive beban-beban induktif seperti misalnya motor DC, motor stepper, koil relay, dan selenoida.
Harga:
Rp. 165.000
|
EMS 5A H-Bridge
Driver H-Bridge yang didisain untuk menghasilkan drive 2 arah dengan arus kontinu hingga 5 A pada tegangan 5 Volt sampai 40 Volt. Dilengkapi dengan rangkaian sensor arus beban yang dapat digunakan sebagai umpan balik ke pengendali.
Harga:
Rp. 255.000
|
EMS 30A H-Bridge
Driver H-Bridge yang didisain untuk menghasilkan drive 2 arah dengan arus kontinu hingga 30 A pada tegangan 5,5 Volt sampai 16 Volt. Dilengkapi dengan rangkaian sensor arus beban yang dapat digunakan sebagai umpan balik ke pengendali.
Harga:
Rp. 299.000
|
Ditulis oleh: Tim Prasimax dari berbagai narasumber
|