Mungkin tanpa disadari setiap hari kita akan menemui barcode, misalnya
pada produk makanan, obat, barang konsumer yang kita miliki, tiket
pesawat, kartu mahasiswa, bahkan sampai di sampul surat yang kita
terima (biasanya dari luar negeri) pun kita temui barcode, oleh
karenanya artikel ini akan mengulas apa dan bagaimana barcode itu.
Barcode pada dasarnya adalah susunan garis vertikal hitam dan putih
dengan ketebalan yang berbeda, sangat sederhana tetapi sangat berguna,
dengan kegunaan untuk menyimpan data-data spesifik misalnya kode
produksi, tanggal kadaluwarsa, nomor identitas dengan mudah dan murah.
Walaupun teknologi semacam itu terus berkembang dengan ditemukannya
media magnetic, RFID, electronics tags, serial eeprom (seperti pada
smart card), barcode terus bertahan dan masih memiliki
kelebihan-kelebihan tertentu yaitu, yang paling utama, murah dan mudah,
sebab media yang digunakan adalah kertas dan tinta, sedangkan untuk
membaca barcode ada begitu banyak pilihan di pasaran dengan harga yang
relatif murah mulai dari yang berbentuk pena (wand), slot, scanner,
sampai ke CD dan bahkan kita dapat membuatnya sendiri.
Jenis-jenis Barcode
Jenis barcode sangatlah banyak mulai dari yang tradisional yaitu 1 dimensi sampai dengan barcode yang multi dimensi, antara lain:
1. Code 39 / 3 of 9
2. Extended Code 39
3. Interleaved 2 of 5 (ITF)
4. Code 128
Dalam artikel selanjutnya akan dibahas barcode 1 dimensi dan dibatasi pada jenis-jenis yang populer digunakan tetapi dapat memberi pengertian dan gambaran yang jelas mengenai barcode.
Ditulis oleh: Tim IE
Copyright Innovative Electronics
|